![]() |
| Sumber: canva.com |
Jangan sampai ketinggalan update terbaru tentang YouTube affiliate program
Ini adalah hal yang menarik karena mengingat tiktok affiliate berhasil meraih kesuksesan yang cukup besar di Indonesia dan YouTube affiliate program pun tentunya akan menjadi sumber cuan yang menarik untuk kita bahas.
Artikel kali ini akan membahas tentang YouTube afiliate program yang mana ini sebuah hal yang sedang ramai dibicarakan dan kita harus bersiap-siap dulu mengenai saja yang harus kita lakukan untuk bisa mengikuti program tersebut.
Kita bisa menarik sebuah kesimpulan yang cukup bagus dari tiktok affiliate dimana program affiliasi yang dijalankan oleh tiktok tersebut bisa dibilang sukses dan berhasil memberikan cuan bagi para affiliatornya bahkan ada yang berhasil mendapatkan komisi mulai dari puluhan hingga ratusan juta perbulannya.
Apalagi YouTube mulai mengadakan YouTube afiliate program tentu akan sangat menarik dan kemungkinan besar akan banyak diminati.
Namun sayangnya program ini sampai saat ini masih baru ada atau berjalan beberapa negara aja terutama di Amerika Serikat.
Baca juga: Menghiasi Pesta Anda dengan Kreativitas: Bisnis Dekorasi Balon
Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu Apakah YouTube afiliate sama dengan tiktok affiliate? Jawabannya bisa Iya dan juga bisa tidak tergantung bagaimana YouTube itu sendiri. Karena sebuah platform atau sebuah media sosial itu mereka pasti mempunyai standarnya masing-masing.
Biasanya sebuah platform atau media sosial kalau bikin standar baru dan tidak berjalan di negara tersebut maka otomatis biasanya mereka akan mengubahnya.
Hal ini dikarenakan biasanya platform akan menyesuaikan dengan kebiasaan atau habit di negara tersebut.
Jadi sudah jelas bahwa tiktok afilate ini sudah jadi pemenangnya karena dia lebih dulu memulai. Sekarang bagaimana YouTube afiliate? Apakah cara kerjanya sama dengan tiktok affiliate?
Kita belum tau pasti mekanisme kerja dari YouTube Afiliate Program ini bagaimana nantinya. Apakah dengan menggunakan sistem keranjang atau yang lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan untuk mempersiapkan channel kita agar bisa bergabung dengan YouTube Afiliate Program nantinya antara lain:
- Niche atau topik channel yang kita bangun itu terkait tentang apa.
- Dari topik ini pastikan akan mempunyai beberapa cabang yaitu kira-kira dari topik ini produk apa yang bisa diprepare. Sebagai contoh mungkin topik channel kita membahas tentang fashion tutorial untuk menata rambut dan lain sebagainya kemudian produk apa yang bisa kita jual misalnya pomade, sisir rambut, jaket atau produk-produk lain yang berhubungan dengan atau membahas tentang style rambut dan lain sebagainya.
- Untuk mulai pertama membangun channel YouTube usahakan tetap fokuskan di satu kategori saja. Kecuali channel kalian memang sudah lama dibangun dan memiliki banyak subscribers serta direkomendasikan oleh YouTube.
- Pikirkan kira-kira penonton anda tertarik dengan produk-produk apa dan itu yang nantinya akan ada promosi melalui channel YouTube anda.
- Mulailah mempertimbangkan kira-kira dari konten anda nantinya anda bakal jualan produk apa.
- Mulailah menganalisa atau melihat kompetitor dari channel anda seperti apa? Seperti apa usaha mereka dalam membangun channel mereka dan mereka fokus untuk jualan produk apa. Karena ini juga bisa anda gunakan sebagai acuan untuk membangun channel YouTube anda agar bisa bersaing atau bahkan bisa lebih unggul dari mereka. Jika pesaing anda terlihat laris jualan suatu produk dari konten mereka maka tidak ada salahnya anda menerapkan sistem ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) asal jangan meniru secara mentah-mentah agar konten-konten anda jadi lebih unik dari mereka dan bisa direkomendasikan oleh YouTube ke audience anda.
Jadi itulah hal yang harus anda persiapkan jadi ketika nanti di YouTube affiliate program sudah hadir dan ini kita juga tidak tahu formatnya bagaimana. Kalau untuk tiktok affiliate kan jelas ada tiktok shop atau sellernya yang memang seller tersebut ada di Indonesia dan beroperasi.
Yang menjadi kendala besar untuk saat ini yaitu kenapa kok ini masih belum muncul di semua negara.
Sebagaimana dibahas oleh YouTubers Hendro Prasetyo dalam videonya, berdasarkan analisa dan pengalamannya beliau mengatakan bahwa di Amerika sendiri sudah banyak banget toko-toko yang menggunakan platform Shopify.
Dimana ini adalah sebuah platform untuk jualan yang fungsinya itu banyak banget intinya adalah bukan kayak platform yang menyediai pedagang dan penjual sendiri seperti di tiktok ada yang namanya tiktok shop yang menjebatani antara pedagang dan pembeli yang mana ini sudah difasilitasi di tiktokshop sedangkan di YouTube masih ambigu.
Misalkan YouTube terpaksa menggunakan shopify tentu ini akan sangat berat karena untuk mengoperasikan shopify itu nggak semua orang awam bisa langsung menguasainya karena jujur perlu belajar lagi untuk mengoperasikannya dan sistem kerjanya nanti bagaimana ini yang masih belum kita ketahui.
Seperti yang kita ketahui di dalam dashboard channel kita itu ada yang namanya shop yang mana ketika kita klik akan ada beberapa persyaratan dan ada beberapa hal juga yang harus kita lakukan.
Untuk saat ini kita nggak tahu nantinya Apakah di Indonesia persyaratnya sama dengan yang berlaku sekarang karena untuk urusan shop tentu saja harus ada izin khususnya bahkan Tik Tok afiliate pun sekarang terpaksa harus menutup tiktokshop nya karena peraturan pemerintah yang mengharuskan aplikasi tiktok dan tiktokshop harus memiliki izin terpisah kalau nggak aplikasinya bakal ditutup.
Jadi ini penting banget buat anda untuk mendapatkan peluang dari YouTube affiliate di kemudian hari.
Kalau untuk konten luar negeri kemungkinan bakal enak karena bisa lebih bebas mengambil pedagang dari mana saja.
Bagaimana nanti mekanismenya kita tunggu aja di Indonesia. Apakah memang ada PIC nya tersendiri nanti di Indonesia ataukah YouTube mulai serius kita akan tunggu bareng-bareng.
Semoga ini bisa bermanfaat.


